Friday, November 20, 2009

Any enthusiast's dream?

Being old sometimes makes us forget small little details of our childhood. For instance, a 'normal' adult might say "Oh sh*t, it's raining! And sh*t i'm wet!!"...

How could he or she forget, that when they were still a kid, rain means: playing time!!!, or "ujan-ujan-an" as we Javanese call it :D

Kids love rain.

Well, maybe not everyone.

But what I actually want to point out in this stupid blog update is that I should have been much much much more thankful for what is provided for me in my current Electronics Lab here in UGM.

There are so many items in this lab that should be like what a rain is to a child... (or "toys", in kids language). Here's the list:
- Complete (though simple) PCB prototyping workshop, including several LCD monitor computers, a laser printer, an iron, cutting tools, grinder, electrical drills, and small bowl to do chemical etching...
- soldering iron
- abundant supply of common electronics components: resistors, capacitors, transistors...
- adequate adjustable power supplies with overload protection --> there's no need to make one
- 4 channel 100MHz oscilloscopes and <2MHz function generators --> troubleshooting pal
- lots of breadboards
- Development boards!!! Two Altera Cyclone II FPGA boards, a box-full of ARM development boards (milik pak Eka, dititipkan di sini hehehe), three ARM Single-board computers. A Schneider Twido PLC, and several Atmel AVR USB programmer cables.

Not to mention, a very great atmosphere. Pak Parman, the laboratory technician here is a very nice man. He even bought me gado2 for lunch today!

Now the problem is, me being here for quite a while apparently haven't resulted in anything 'substantial'. Well, early this year we did get involved in a business project, producing not less than 150 controller boards, which unfortunately did not perform well in the hands of the customers. Academically, no important research has been finished during this nearly 2 years of me being here, other than some pretty good students final year projects that I supervise. Some final year projects went out very well, like Agni's one (he presented his paper in our department's national seminar), and just recently, a department-funded research was completed in this lab, despite its lack of awesomeness (and lack of students involvement not to mention... -_-).

I need a performance boost. But how?? :-/
Yoroshiku onegaishimasu

Friday, September 11, 2009

Komputer saku linux

Dua minggu belakangan ini disibukkan dengan ngutak-atik sebuah komputer satu board (single board computer), RRC punya, bernama Mini2440 alias FriendlyARM (www.friendlyarm.net). Ukurannya kecil, 10 senti kali 10. Isinya lengkap: Flash 64MB, ethernet controller, USB host, audio card, serial port, LCD TOUCH SCREEN, buzzer (gak penting), ADC, general purpose IO, dan SD card reader!! Niat semula ingin gampang, tinggal mrogram under linux, kenyataan berbicara lain..! Kernel linux bawaan dari pabriknya belum sesuai harapan! Alatnya punya sebuah port I/O general purpose, eh jebul Linux bawaannya tidak menyertakan driver untuk mengakses port itu??

"Untung" website http://www.friendlyarm.net menyediakan file-file lengkap di website nya, berikut MANUAL cara menggunakan. Walaupun isinya tulisan KANJI semua, dengan bantuan Google translate bisa lah diikuti isi nya sedikit sedikit -_-"

Ya.. ternyata kernel linux nya perlu di-configure ulang...

Tapi kalau nggak begitu, mungkin hingga saat ini saya jadi belum pernah mencoba meng-compile kernel linux sendiri... :p

Oya. Ini foto alatnya:



Rencananya alat ini akan diprogram supaya:
1. Bisa jadi webserver sebagai interface dengan sensor-sensor dan peralatan rumah tangga, dan memiliki dukungan terhadap dynamic dns,
2. Bisa berkomunikasi dengan perangkat lain menggunakan protokol MODBUS, dengan jalur fisik serial RS-485.

Kalau ada yang punya pengalaman embedded-linux, mohon di-share ya pengalamannya?? Yoroshiku onegaishimasu...

Thursday, April 23, 2009

Salah pilih caleg...

"Kemarin nyontreng apa, mas?"

Begitulah pertanyaan yang kudapat berkali2 dari beberapa teman, setelah pemilu kemarin...

Dan kalau boleh jujur, sebenarnya dalam hati ini saya golput, tapi meskipun keyakinan hati ini golput, tindakan ku berbicara lain... Sebagai warga jogja yang baik (halah :D), TPS di perumahan pun kudatangi bareng Ibu dan adikku tanggal 9 April kemarin (which supposed to be a very-long-week-end but wasn't)...

Dan seperti biasa, pagi sebelum berangkat kita rembug-an dulu... sebaiknya pilih apa (sekarang pertanyaan nya ganti, jadi pilih siapa)...

Walhasil,

Bapak ngasih list nama:

1. DPR RI: ??????
2. Propinsi: Dr. ......
3. Kota: (inisial T)
4. DPD : ????, ST

Nah, mengingat selama tahun 2009 ini saya lebih sering 'error' (intensitasnya rada meningkat sejak Maret), yang seharusnya caleg utk DPRD kota saya milihnya adalah caleg berinisial T, malah itu kupakai untuk memilih caleg DPR RI (kebetulan nama depannya sama, inisial T juga)... i mean, i mixed the two names...I was utterly confused at that time... :-[

Dan belakangan, setelah bapak dan ibu tahu kalau aku 'salah contreng' caleg lain, saya dikasih tahu begini,

"Oh, itu kan yang kena kasus KORUPSI dulu itu bukan?"

("sh*t", pikirku... what a waste of vote, salah pilih deh...)

Kemudian, utk caleg Kota, saya pilih kandidat yang direkomendasikan temen sendiri, dan kebetulan adik kelas SMA (yang kemudian setelah temenku separtai dgn ybs tahu, malah saya dimarahi kok asal pilih cuma krn rekomendasi satu temen).

In short, aku merasa kemarin salah pilih dua caleg, yaitu yang utk DPR RI dan KOTA.

Yang caleg utk kota ga masalah, krn kayaknya ga lolos (eh, apa lolos ya ga ngerti ding). Tapi untuk DPR RI, menurut KR sepertinya beliau bakal bertugas (lagi)...

Tapi ya wis lah, I don't really care anyway... I'm actually golput, karena merasa ga ada pilihan sreg... (patokanku sederhana sih, yang kulihat adalah apakah partai itu sudah punya calon Menteri Keuangan, dan siapa kah dia, dan apa visi+programnya... jadi menteri keuangan bagiku lebih penting dibandingkan wapres...)
Wednesday, February 18, 2009

Five basic electronics components

Electronics can sometimes look like magic. If there was anyone who jumped right into the current time from say, a century ago, that person would definitely be amazed of today's common electronics products.

But no matter how wonderful it can get, electronics is not rocket science. It is still easily understandable by anyone (anyone willing to, that is :D). 

As I was preparing my first lecture in the Electronics class this semester, it came to my consciousness that actually any physical objects, as far as electronics circuit is concerned, can be modeled into five basic components.

These five basic components are:
1. voltage source (including the controlled type)
2. current source
3. resistor
4. capacitor
5. inductor.

By this I do not mean that there's only five electronics components that exists. They're actually dozens of types, or even limitless. But all of those can arguably be represented by an equivalent model consisting a combination of those five basic components.

I found a term used for this idea, called "Lumped Element Model" (Anant Argawal, 2005), which is a type of circuit abstraction, made to simplify calculations, analysis, design, and probably optimization methods. 

I'm just wondering whether my understanding (about there's only five elementary components) is correct. Can anyone comment on this? I would really appreciate that...

Friday, February 06, 2009

"Because you're Chinese"

Saya ini orang Indonesia dan bersuku Jawa, tapi tampaknya ada saja beberapa teman ku semasa kecil dulu di Primary School ku (di Sydney) yang benar-benar mengira semua Asian itu adalah Chinese. Dan sebagai seorang anak Asia yang pernah tinggal dan besar di kota "bule" itu (dan jujur sebetulnya Sydney itu juga Yunani dan Arab sekali kadang), ada lah kejadian-kejadian yang sangat SARA, misalnya ketika waktu itu ada teman (bukan temen deket sih, bahkan aku lupa namanya sekarang) membagi2kan makanan snack nya ke temen2 yang lain... TAPI TIDAK KE AKU... dan aku ga bisa lupa apa yang dia katakan waktu itu, "because you're Chinese"....

Seandainya saya memang Chinese (ada juga lho bbrp temen sampai SMA pun yang mengira saya Chinese), what's the problem with that???#%!

No offense, saya ga menuduh Australia itu rasis. Alasan saya menulis ini adalah karena kelihatannya masalah ini tidak hanya dialami orang luar seperti saya... tapi juga orang Australia sendiri yang kebetulan berketurunan Asia seperti Vietnam, atau Cina, dan Indonesia bahkan...

(hihihi alasan sebenarnya kenapa saya kepikiran nulis ini adalah karena nonton video Youtube si Natalie Tran yang sempat bilang, "I've copped a lot of s**t being an Asian kid in Australia..." ya kira2 begitulah yang dia katakan, padahal dia orang Australia lho... :p)

Orang Australia secara umum baik kok dalam menerapkan sikap tidak rasis... Mereka kelihatan kok berusaha untuk tidak rasis, mungkin kalian yang pernah ke sana bisa mengerti apa yang kukatakan ini...

Di tempat lain mungkin keadaannya jauh lebih parah tanpa kita sadari,, dan kalaupun kita sadar, mungkin kita ga mau mengakui... :(

Karena alasan inilah, saya mengajak kita "Say No to Racism"...
^_^

ps: pertanyaan: apakah Yahudi bisa dikaitkan dengan sebuah 'ras' tertentu? :-?