Wednesday, November 12, 2008

Nomer HP

Gara-gara membaca blog nya Aya, aku jadi kepengen juga menulis sesuatu tentang nomer-nomer HP yang pernah kumiliki selama ini, berikut cerita nya masing-masing.

Nomer HP pertama saya adalah 08562905080. Kumiliki sejak sekitar tahun 2002. Ibu saya sering menyebut nomerku yang ini "gosobo", karena memang angka-angka nya bisa dibaca seperti itu. Kenapa bisa dapat nomer ini, saya betul-betul lupa. Yang jelas ini SIM card kuperoleh tanpa harus beli. Mungkin menang semacam door prize atau sejenis kuis gitu, di Jogja. Oh, jadi inget. Ini nomer hadiah doorprize di Warnet. Kalau ga salah warnet Blangkon-net. Hehe iya... Terus, yang kuingat betul, waktu itu aku juga dapet nomer IM3 gratis yang lain, dan kuberikan ke om ku di Jakarta, karena nomernya nomer Jakarta (dapet dari hadiah lomba). Nomer IM3 ini betul2 bisa memenuhi kebutuhanku sebagai seorang mahasiswa waktu itu, karena selain pulsanya tergolong murah dibandingkan yang lain, nomer ini bisa buat 3-detikan :D (eh yg lain juga bisa ya waktu itu?). Handset ku yang setia memakai nomer ini adalah Siemens M50 dan Siemens M55-ku yang sekarang ini entah bagaimana nasibnya (dua2nya hilang kayaknya)

Nomer HP kedua saya adalah 0422767218. Jangan heran dengan angka depannya. Ini memang bukan nomer Indonesia. Sama seperti Aya, sepertinya para mahasiswa Indonesia yang baru datang ke Sydney banyak yang digiring untuk memakai Optus, hehe... Nomer ini kudapatkan di sebuah pom bensin BP di corner Anzac Pde - High Street, Kensington NSW. Kenapa bisa beli disitu? Karena diajak oleh Ary, temen satu SD ku yang juga satu kost-ku di sana... Nomer ini berhasil menemaniku selama satu semester di sana, sampai akhirnya aku harus beli HP baru (berikut nomernya).

Nomer HP ketigaku adalah 0433273581. Tadi sebelum nulis posting-an ini, jujur aja aku sempat lupa berapa ya nomer HP ku di Australia. Tapi setelah kucoba mengingat2 kembali (sempat nge-search di milis juga tadi :D), akhirnya bisa ingat kembali. Mau tahu gimana bisa inget? Awalnya, aku cuma ingat depannya: 0433. Jadi sistem penomoran telpon di Australia itu begini. Kalau depannya 02, berarti 02 itu kode area (NSW, termasuk Sydney). Kalau depannya 04, berarti itu adalah nomer HP. Nah kalau setelah 04 ada angka 3-nya, biasanya itu adalah nomer Three, walaupun ini bukan jaminan, karena di Australia kita bisa migrasi operator tanpa perlu ganti nomer. Kembali tentang gimana cara mengingat kembali nomerku. Ternyata, tadi itu saya nyoba membacakannya dalam hati, "zero four double three", lalu secara ajaib bibirku bisa melanjutkan sendiri... "two seven three... five eight one." Aneh ya? Bisa inget kata2nya tapi nomernya sendiri lupa...

Nomer itu tadi kudapatkan bersama dengan HP baru yang kubeli dengan plan 24 bulan kontrak pasca bayar dari Three.Yang menarik dari plan ini adalah angsuran harga HP-nya sangat ringan, cuma $0 per bulan! Iya, berarti gratis, hehe... Padahal HP nya ga jelek2 amat lho, bisa 3G... (Sony Ericsson K608i) Nomer ini telah setia menemaniku studi di Australia, dan nyaman sekali bisa dipakai roaming di Indonesia dan negara lain...

Nomer HP berikutnya yang kumiliki, dan masih kupakai sampai sekarang adalah sebuah nomer Simpati yang kubeli secara sedikit terburu-buru juga, yakni di Stasiun Tugu Yogyakarta. Harganya sedikit lebih mahal dibandingkan di luar, tapi waktu itu karena sesuatu hal, betul-betul butuh nomer baru, ASAP. Nomernya adalah 081392201XXX. Nomer ini adalah nomer yang terpanjang dan tertidakcantik yang pernah kumiliki, namun kumasih setia menggunakannya karena sudah terlanjur dipakai terus sejauh ini... repot kalau harus ganti lagi. Selain itu, layanan Simpati dengan Simpati PeDe Rp0.5 perdetiknya terlalu menggiurkan untuk dilewatkan begitu saja...

Sebenarnya, kalau kalian punya buku yellow pages Jogja, namaku bisa dicari di situ. Ada nomer Flexi-nya, tapi sebenarnya yang megang adalah ibuku. Dulu pakai namaku karena disuruh sama Ibu untuk menguruskan pendaftaran flexi pascabayar di Plasa Telkom... :D

Lalu, di luar nomer2 di atas, sebenarnya sudah tidak terhitung lagi berapa nomer yang kubeli sekedar untuk kukorbankan, entah itu karena harganya sangat2 murah (Mentari), atau karena ada promo internetnya (Axis), atau karena pengen telpon murah ke LN (XL). Dan pernah juga karena kebetulan bawa HP milik jurusan yang kebetulan adalah HP CDMA, jadi terpaksa beli Fren. Rata-rata nomer HP yang bisa dikorbankan ini cuma bertahan kupakai antara 1 hari sampai 1 minggu...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home